Merubah Paradigma Untuk Menuju Kehidupan Yang Sukses

paradigma
Apa Prioritas Utama Dalam Hidup Anda?

Memiliki usaha sendiri, Penghasilan yang lebih besar,  Membahagiakan orang tua, Memiliki rumah dan mobil baru, Jalan-jalan ke luar negeri / travelling, Bebas uang dan waktu, Pengembangan diri, Membantu orang lain / kegiatan sosial, Pendidikan anak, Menjalani masa pensiun dengan tenang / Pensiun dini, Meninggalkan warisan, Lainnya

Apakah Anda pernah merencanakan hal tersebut?

Apapun rencana masa depan itu, Anda akan memilih salah satu dari 2 pilihan ini:

Manakah yang Anda pilih?


  • Paradigma Umum (>98% populasi): Bekerja menukarkan energi dan waktu dengan uang.

Disini Anda menghasilkan pendapatan aktif (active income), dimana untuk menghasilkan pendapatan, Anda harus aktif bekerja terus menerus. Ketika Anda berhenti bekerja (karena alasan apapun, misalnya sakit atau cuti panjang) maka pendapatan Anda juga berhenti.


  • Paradigma Sukses (<2% populasi): Bekerja menukarkan energi dan waktu untuk membangun aset.

Disini Anda menghasilkan pendapatan pasif (passive income), dimana Anda bekerja ataupun tidak, aset Anda akan menghasilkan pendapatan tetap untuk Anda.


Jika Anda ingin berada di paradigma sukses, Anda perlu aset.

Tapi apakah itu aset?

Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai yang bisa dikonversikan ke uang tunai. Aset bisa berupa uang tunai atau sejenisnya (sertifikat deposito, rekening tabungan, surat berharga pasar uang), properti, saham, obligasi, nilai tunai dari polis asuransi, reksa dana, dan investasi lainnya.

Menurut Robert Kiyosaki, pengusaha, investor, dan penulis buku Rich Dad Poor Dad, yang merupakan buku keuangan pribadi #1 sepanjang masa, mengatakan bahwa aset bisa apa saja asalkan memiliki nilai, menghasilkan pendapatan atau bertambah dalam nilai, dan memiliki pasar yang siap. Aset memasukkan uang ke dalam kantong Anda.

“Asset can be anything as long as it has value, produces income or appreciates, and has a ready market. Assets put money in your pocket.

Aset datang dalam berbagai bentuk, namun satu bentuk aset yang ada dalam paradigma sukses adalah aset yang dapat menghasilkan penghasilan pasif, tanpa mengharuskan Anda untuk bekerja di dalamnya.

Jika Anda ingin menjalankan paradigma sukses, yakni memiliki sebuah aset yang bisa menghasilkan penghasilan pasif yang berkesinambungan tanpa memerlukan kehadiran Anda, maka Anda perlu membangun sebuah bisnis.

Rich Dad Poor Dad merupakan sebuah buku personal finance yang telah merevolusi hidup banyak orang di dunia. Buku ini pada dasarnya mengatakan bahwa jika Anda ingin melakukan apa yang Anda inginkan dalam hidup, dan tidak terikat pada sebuah pekerjaan, Anda perlu memiliki kebebasan finansial dan kebebasan waktu. Dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah melalui sebuah bisnis.

Jika Anda memiliki banyak waktu, tetapi tidak memiliki keuangan yang cukup, apakah itu baik?

Atau jika Anda memiliki keuangan yang berkecukupan, tetapi tidak memiliki waktu, apakah itu baik?

Ada banyak orang yang terjebak disini, terkurung di dalam pekerjaannya sendiri, yang tentunya bukanlah sebuah kebebasan juga.

Membangun sebuah Bisnis

Untuk memulai sebuah bisnis, ada 3 pilihan yang tersedia:

  • Perusahaan konvensional (Membuat sistem bisnis sendiri)
  • Franchise (Membeli sistem bisnis yang sudah ada, contoh: McDonalds, Starbucks, Alfamart, dll)
  • Network Marketing (Membeli hak akses ke sebuah sistem bisnis yang sudah teruji)

Perbandingan ketiga sistem bisnis tersebut bisa dilihat pada tabel di bawah ini

3-sistem-bisnis

Ingin memulai usaha konvensional? berikut beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan:

– Capital (Modal)
– Finance & administration (akuntansi, administrasi)
– Legal (perizinan)
– Systems
– IT (web, software)
– Infrastructure (kantor, gudang)
– Sales / Marketing
– Operation
– Distribution
– Team
– Leadership, Management
– Product

Ini mengapa menurut Forbes dan Bloomberg, 8 dari 10 bisnis berujung pada kegagalan, karena selain modal yang besar, untuk sebuah bisnis bisa berjalan, dan jangankan sukses, tapi sekedar bertahan saja, ada beberapa aspek penting yang tidak bisa diabaikan dan perlu diseimbangkan seiring dengan Anda menjalankan dan mengembangkan bisnis. Jika salah satu dari aspek ini tidak berjalan atau bermasalah, maka sebuah bisnis akan terhambat dan jika diteruskan akan berujung pada tutupnya bisnis tersebut.

Robert Kiyosaki mengatakan, “Bahkan dengan mentor dan pengalaman bertahun-tahun, membangun sebuah bisnis dari nol berifat labor-intensive. Menciptakan sistem Anda sendiri membutuhkan banyak trial and error, biaya legal di muka, dan paperwork. Semua ini terjadi di saat Anda sedang mencoba untuk mengembangkan dan memimpin orang-orang Anda.

Apakah Anda memiliki pekerjaan atau sebuah sistem?

Banyak orang cenderung percaya bahwa jalan menuju keamanan finansial dan kebahagiaan adalah untuk mengerjakan hal Anda sendiri atau untuk mengembangkan sebuah produk baru yang orang lain tidak punya. Sehingga mereka bergegas dan memulai sebuah bisnis baru.

Namun, biasanya mereka berpindah dari karyawan (employee) menjadi bekerja untuk diri sendiri (self-employed).

Ada 3 level disini:

  • employee (karyawan, pegawai negeri)
  • self-employed (bisnis kecil, spesialis, profesional, seperti dokter, artis, pengacara, akuntan, atlet, dll)
  • business owner (pemilik bisnis, bisnis besar)

Banyak orang yang ingin memulai bisnis sendiri berujung menjadi tipe self-employed, dan terhenti disana dalam upaya menjadi business owner.

Banyak orang mencoba untuk beralih dari tipe self-employed ke business owner, tetapi hanya sedikit yang benar-benar berhasil. Mengapa?

Karena keterampilan teknis dan keahlian yang diperlukan untuk berhasil disini berbeda. Anda harus mempelajari keahlian dan cara berpikir yang diperlukan untuk bisa menemukan kesuksesan sejati disini.

Untuk menjadi sukses, tipe business owner membutuhkan:

  • Kepemilikan dan kontrol dari sebuah sistem, dan
  • Kemampuan untuk memimpin

Bagi tipe self-employed untuk bisa ber-evolusi menjadi tipe business owner, mereka perlu mengkonversikan siapa mereka dan apa yang mereka ketahui menjadi sebuah sistem, dan banyak orang tidak bisa melakukan hal itu. Atau mereka terlalu melekat kepada sistem mereka sendiri untuk bisa melepaskannya dan membiarkan orang lain masuk.

Perbedaan antara self-employed dan business owner 

Sederhananya, tipe self-employed memiliki pekerjaan, sedangkan tipe business owner memiliki sistem dan mempekerjakan orang-orang untuk mengoperasikan sistem tersebut. Inilah sebabnya jika seorang business owner pergi berlibur, pendapatan tetap masuk.

Jika Anda adalah tipe business owner, adalah mungkin untuk pergi berlibur selama satu tahun, lalu datang kembali, dan mendapati bisnis Anda lebih menguntungkan daripada ketika Anda tinggalkan. Sedangkan bagi tipe self-employed, jika Anda ambil satu tahun liburan, Anda akan mendapati bisnis Anda sudah tiada.

Hampir semua dari orang-orang dalam tipe self-employed tidak bisa tidak bisa berhenti bekerja, bahkan untuk sebagian besar pemilik bisnis kecil (self employed), jika mereka berhenti bekerja selama lebih dari 1 bulan, bisnis mereka akan runtuh. Mereka tidak benar-benar memiliki bisnis, mereka hanya memiliki pekerjaan.

Ini mengapa kebanyakan bisnis tipe self-employed tidak bisa ditinggalkan. Selamanya dipegang, sulit dilepas. Anda tetap harus bekerja setiap hari, untuk memastikan usaha Anda berjalan dengan baik. Yang akhirnya sama saja dengan paradigma umum, yakni menukarkan energi dan waktu Anda dengan uang.

Oleh karena itu, untuk benar-benar memiliki sebuah bisnis yang bisa berjalan tanpa kehadiran Anda (menjadi business owner), namun tanpa modal besar dan segala macam kerumitan dan syarat-syarat yang ada, satu-satunya solusi terletak pada opsi ke-3.

Network Marketing, The Business of the 21st Century

World Business Concepts

Network marketing disebut juga bisnis jaringan – merupakan suatu strategi pemasaran dengan sistem keanggotaan untuk memasarkan produknya.

Perusahaan yang menggunakan sistem network marketing tidak memasarkan produk dengan cara konvensional, seperti melalui toko-toko atau supermarket, melainkan dipasarkan langsung melalui distributor dari perusahaan tersebut.

Tidak seperti perusahaan konvensional, perusahaan network marketing tidak mengeluarkan dana yang besar dalam upaya memperkenalkan produknya (beriklan). Sehingga, dana yang besar tersebut dapat dialihkan untuk memberikan komisi bagi distributornya.

Anggota di dalam sebuah perusahaan network marketing adalah Independent Business Owner yang memiliki hak bisnis, dan akses ke dalam sistem bisnis perusahaan, serta dapat merekrut team atau mengajak partner untuk bergabung (membuka cabang).

Dalam network marketing, dengan modal yang relatif kecil, Anda dapat memiliki akses ke dalam sebuah sistem dan bisa segera memulai membangun bisnis. Dan karena teknologi, hal ini dapat dilakukan hampir seluruhnya secara online dan otomatis. Dokumen-dokumen, pemrosesan order, distribusi, akuntansi, dan follow-up hampir seluruhnya dikelola oleh software network marketing.

“Network marketing is the big wave of the future. It’s taking the place of franchising, which now requires too much capital for the average person.” —Jim Rohn, Entrepreneur, Author and Speaker

Hal ini memungkinkan Anda untuk fokus pada membangun bisnis Anda, bukannya mencemaskan hal-hal yang memusingkan dari sebuah bisnis kecil yang dimulai. Apa yang indah dari network marketing adalah Anda mendapatkan semua benefit menjadi seorang owner tetapi Anda tidak perlu khawatir tentang supply chain, akuntansi, keuangan, dan semua hal-hal yang memusingkan dan semua resiko dari menjadi seorang owner.

Bahkan hampir seluruhnya dari daftar di atas sudah ada dan berjalan tanpa Anda perlu mengurusnya (produk, quality control, gaji, administrasi, legal, perijinan, logistik, management, staff, ICT, infrastructure, pergudangan, dll), sehingga tidak memerlukan modal yang besar dan tingkat kerumitan yang tinggi, dan tentunya Anda tidak memiliki resiko bangkrut.

Hari ini, terutama disebabkan perubahan dalam teknologi, resiko menjadi pemilik bisnis yang sukses sudah sangat berkurang. Dan kesempatan untuk membangun sendiri dan memanfaatkan sistem bisnis yang sudah ada, tersedia untuk hampir semua orang. Jika Anda ingin memulai bisnis Anda sendiri, tidak ada alasan untuk tidak memulai hari ini.

network-business-man-pointing-768x399

Solusi network marketing mengambil bagian yang sulit dari mengembangkan sistem Anda sendiri. Anda memperoleh akses ke dalam sebuah sistem yang sudah terbukti, dan tugas Anda tinggal mengembangkan orang-orang Anda.

Selain tidak ada modal dan resiko yang besar beserta segala kerumitannya, di dalam network marketing juga tidak ada pendidikan atau keahlian khusus yang diperlukan. Anda tidak diharuskan punya pendidikan, pengalaman atau keahlian khusus untuk mulai menjalankannya. Bahkan di dalam network marketing ada sekolah bisnis, support system dan team yang siap membantu Anda.

Siapapun Anda, siswa, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, guru, dosen, agen properti / asuransi, profesional, pengusaha, pebisnis online, atau apapun profesi Anda saat ini, bisa menjalankannya.

Salah satu keajaiban dalam network marketing adalah Anda dapat mulai membangun aset tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau kegiatan yang sedang Anda tekuni. Anda bisa menjalankannya dengan waktu yang fleksibel. Selain waktu yang fleksibel, dalam network marketing juga tidak ada batasan geografis. Bisnis ini bisa dikerjakan dimanapun Anda berada.

“Network marketing gives people the opportunity, with very low risk and very low financial commitment, to build their own income-generating asset and acquire great wealth.” 

“Start a part-time business and make as many mistakes as you possibly can while you still have your daytime job.”  —Robert T. Kiyosaki

Network marketing merupakan people-to-people business yang secara signifikan dapat memperluas lingkaran pertemanan Anda.

Selain peningkatan finansial dan relasi, Anda juga akan mengalami peningkatan dalam pengembangan pribadi, kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan kewirausahaan.

“This is the ultimate networking business. People who are successful in network marketing, with their own product, with their own audience, are also going to be successful in other ventures because they know how to network.

So network marketing can actually open up your life to so many other amazing things that can happen outside of your network marketing business. And I think it’s sort of like, you know, a stair-stepper.

When you’re born into the network marketing world, you’re an infant and you have like this much knowledge, and you have no idea what can happen. And then you’re like a toddler, and then a grade school, elementary school person, and then a junior high/high school – you keep up-leveling with each rank that you get to and each place that you get in your company.

And all of a sudden, as you keep going, the world starts opening up, and network marketing can bring amazing opportunities into your life.” —Hayley Hobson, Entrepreneur, Million Dollar Earner

“The future of network marketing is unlimited…It will continue to grow…soon, it will be one of the most respected business methods in the world.” —Brian Tracy, Entrepreneur, Speaker, Best Selling Author

Bangunlah Aset Bersama kami di www.inovasibisnis.com

 

Lewat ke baris perkakas